METRO TV LIPUT SCHOOL RELIGIOUS CULTURE, UPT SMP NEGERI 2 GRESIK TAMPILKAN PRAKTIK BAIK PENDIDIKAN BERKARAKTER

UPT SMP Negeri 2 Gresik kembali menunjukkan kiprahnya dalam mengembangkan pendidikan berkarakter melalui kegiatan liputan Metro TV pada Selasa, 27 Oktober 2026. Liputan ini dilakukan dalam rangka mengangkat praktik baik pelaksanaan School Religious Culture (SRC) atau budaya religius sekolah yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga sekolah.

Kegiatan liputan tersebut didampingi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Herawan Hekakusuma. Berbagai program unggulan, inovasi, serta pembiasaan positif yang diterapkan di UPT SMP Negeri 2 Gresik menjadi fokus liputan untuk memperlihatkan bagaimana budaya religius dapat tumbuh dan mengakar dalam lingkungan pendidikan.

Pembiasaan Pagi, Fondasi Pembentukan Karakter Murid

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian dalam liputan Metro TV adalah pembiasaan pagi yang dilaksanakan secara rutin. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sebelum pembelajaran dimulai, melainkan bagian dari upaya membentuk karakter murid yang religius, santun, disiplin, dan bertanggung jawab.

Pembiasaan tersebut meliputi tadarus pagi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta salaman pagi sebagai wujud penghormatan, kesantunan, dan penguatan hubungan positif antara murid dan guru.

Selain itu, liputan juga menyoroti pengelolaan kantin halal yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan. Penerapan kelas terpisah antara murid laki-laki dan perempuan menjadi salah satu karakteristik penyelenggaraan pendidikan yang diterapkan sekolah dalam mendukung budaya religius.

Tidak berhenti pada pembiasaan harian, UPT SMP Negeri 2 Gresik juga menampilkan berbagai inovasi pendidikan serta pemanfaatan ruang laboratorium Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai sarana pendukung pembelajaran dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Beragam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa SRC tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diintegrasikan dalam tata kelola sekolah, proses pembelajaran, lingkungan, dan perilaku warga sekolah.

Sekolah dengan Segudang Prestasi dan Program Unggulan

Ketertarikan Metro TV untuk meliput UPT SMP Negeri 2 Gresik tidak terlepas dari beragam prestasi, inovasi, dan program pengembangan sekolah yang terus diupayakan dari tahun ke tahun. Sekolah ini mengembangkan berbagai program yang saling mendukung untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, religius, dan ramah anak.

Sejumlah program dan identitas unggulan yang dikembangkan antara lain sekolah rujukan Google, Sekolah Ramah Anak (SRA), Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), School Religious Culture (SRC), serta program ketahanan pangan.

Keberagaman program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di UPT SMP Negeri 2 Gresik tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter, pemanfaatan teknologi, perlindungan anak, kepedulian sosial, dan kesadaran terhadap lingkungan.

Melalui berbagai inovasi tersebut, sekolah berupaya menciptakan pengalaman belajar yang bermakna sehingga murid dapat berkembang menjadi pribadi yang berpengetahuan, berakhlak, mandiri, dan peduli terhadap sesama.

Perpaduan Bangunan Bersejarah, Ruang Minimalis, dan Lingkungan Hijau

Keunikan UPT SMP Negeri 2 Gresik juga terlihat dari karakteristik lingkungan dan penataan ruangnya. Bangunan bergaya kolonial Belanda yang memiliki nilai historis berpadu dengan gedung minimalis dan berbagai ruang pendukung pembelajaran. Perpaduan ini menghadirkan suasana sekolah yang memiliki identitas tersendiri.

Lingkungan sekolah yang sejuk, tertata, dan nyaman semakin memperkuat suasana belajar. Sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri yang menerapkan prinsip zero waste, UPT SMP Negeri 2 Gresik terus mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui pembiasaan menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, serta keterlibatan warga sekolah dalam mewujudkan lingkungan berkelanjutan.

Keberadaan sudut baca tematik di berbagai area sekolah juga menjadi daya tarik tersendiri. Sudut baca tersebut dirancang untuk mendekatkan murid dengan bahan bacaan, menumbuhkan minat literasi, dan menjadikan aktivitas membaca sebagai bagian dari keseharian. Dengan penataan yang menarik dan tema yang beragam, ruang-ruang sekolah tidak hanya menjadi tempat beraktivitas, tetapi juga sarana belajar yang inspiratif.

Perpaduan budaya religius, literasi, kepedulian lingkungan, serta inovasi pembelajaran menjadi bagian dari identitas UPT SMP Negeri 2 Gresik dalam membangun ekosistem pendidikan yang menyeluruh.

SRC sebagai Budaya, Bukan Sekadar Program

Liputan Metro TV menjadi kesempatan untuk memperkenalkan praktik baik pelaksanaan School Religious Culture yang dikembangkan UPT SMP Negeri 2 Gresik kepada masyarakat yang lebih luas.

Bagi sekolah, budaya religius bukan sekadar program yang dilaksanakan pada waktu tertentu, melainkan nilai yang perlu hadir dalam setiap aktivitas. Nilai tersebut tercermin dalam cara murid berinteraksi, menghormati guru, menjaga kebersihan, menjalankan ibadah, bertanggung jawab, serta menghargai sesama.

Keberhasilan membangun budaya sekolah tentu membutuhkan kolaborasi seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, murid, hingga dukungan orang tua dan berbagai mitra pendidikan.

Melalui komitmen bersama, setiap program diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi dan penghargaan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter murid.

Menginspirasi Pendidikan yang Religius, Inklusif, dan Berkelanjutan

Kehadiran Metro TV di UPT SMP Negeri 2 Gresik menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa sekolah dapat mengembangkan banyak dimensi pendidikan secara bersamaan. Budaya religius berjalan berdampingan dengan literasi, teknologi, kepedulian lingkungan, ketahanan pangan, dan perlindungan anak.

Berbagai program yang telah dikembangkan menjadi bagian dari perjalanan sekolah dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang memiliki ciri khas, prestasi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Dengan semangat School Religious Culture, UPT SMP Negeri 2 Gresik terus berupaya menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui pembiasaan nyata, menghadirkan inovasi melalui kolaborasi, serta membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam karakter.

Penulis Yunita Rahmah, S.Pd

UPT SMP Negeri 2 Gresik Lolos Enam Besar SRC Tingkat Provinsi Jawa Timur, Siap Melangkah ke Tahap Visitasi

Prestasi membanggakan kembali diraih UPT SMP Negeri 2 Gresik. Sekolah ini berhasil lolos seleksi administrasi tahap 1 melalui penilaian portofolio dalam ajang penghargaan School Religious Culture (SRC) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026. UPT SMP Negeri 2 Gresik masuk dalam enam besar sekolah dengan nilai portofolio tertinggi pada jenjangnya dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Sebagai tindak lanjut atas capaian tersebut, UPT SMP Negeri 2 Gresik mengikuti kegiatan technical meeting secara daring melalui Zoom pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh Tim SRC UPT SMP Negeri 2 Gresik yang bertempat di Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 Gresik.

Technical meeting tersebut diselenggarakan sebagai sarana koordinasi dan penyamaan persepsi terkait pelaksanaan visitasi penilaian tahap 2 penghargaan SRC tingkat Provinsi Jawa Timur. Visitasi dijadwalkan berlangsung pada 3–13 November 2026. Dalam pertemuan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme penilaian tahap lanjutan serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh sekolah peserta.

Selain membahas teknis pelaksanaan visitasi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mendiskusikan best practice atau praktik baik dalam penerapan School Religious Culture di lingkungan sekolah. Pembahasan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai implementasi budaya religius yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, pembiasaan sehari-hari, pembentukan karakter, dan budaya positif sekolah.

Keberhasilan UPT SMP Negeri 2 Gresik menembus enam besar tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi bukti komitmen sekolah dalam membangun budaya religius yang berkelanjutan. Melalui berbagai program pembiasaan keagamaan, penguatan karakter, serta penciptaan lingkungan sekolah yang religius dan berakhlak mulia, UPT SMP Negeri 2 Gresik terus berupaya mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter murid.

Tim SRC UPT SMP Negeri 2 Gresik memanfaatkan kegiatan technical meeting ini sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi, memantapkan persiapan, serta menyelaraskan pemahaman mengenai tahapan penilaian berikutnya. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama seluruh warga sekolah, diharapkan pelaksanaan visitasi dapat berjalan dengan baik dan optimal.

Capaian ini menjadi motivasi bagi keluarga besar UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk terus berinovasi dan mengembangkan praktik baik dalam penerapan School Religious Culture. Semangat kolaborasi dan komitmen bersama menjadi modal penting dalam menguatkan identitas sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang religius, berkarakter, dan inspiratif.

UPT SMP Negeri 2 Gresik, terus melangkah dengan semangat religiusitas, memperkuat karakter, dan mengukir prestasi menuju SRC tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026.

Penulis : Yunita Rahmah, S.Pd

UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar Sarapan Bergizi Bersama dari MBG dan Minum Tablet Tambah Darah bagi Murid Perempuan

UPT SMP Negeri 2 Gresik pada hari JUmat tanggal 23 Oktober 2026 melaksanakan kegiatan sarapan bergizi bersama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membiasakan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran warga sekolah akan pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan sejak usia remaja.

Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, Bapak Mohammad Salim, S.Ag., M.A. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh murid untuk membiasakan diri mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kesehatan, serta memanfaatkan program MBG dengan sebaik-baiknya. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan membangun kebiasaan hidup sehat agar murid dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Setelah pengarahan, seluruh murid mengikuti doa bersama sebelum menyantap makanan. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak ketika murid menikmati hidangan MBG secara bersama-sama di lapangan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, rasa syukur, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap kesehatan.

Selain sarapan bergizi, kegiatan juga dilanjutkan dengan minum tablet tambah darah (TTD) bersama bagi murid perempuan. Pemberian tablet tambah darah merupakan salah satu langkah penting untuk membantu mencegah anemia pada remaja putri, yang membutuhkan asupan zat besi untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga kesehatan.

Melalui kegiatan ini, sekolah terus mendorong peningkatan kesadaran murid perempuan tentang pentingnya menjaga kesehatan diri, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan terkait konsumsi tablet tambah darah. Pelaksanaannya diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang remaja putri agar tetap sehat, aktif, dan bersemangat dalam belajar.

Kegiatan sarapan bergizi bersama dan minum tablet tambah darah ini menjadi wujud komitmen UPT SMP Negeri 2 Gresik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung tumbuh kembang murid secara optimal. Kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama diharapkan dapat membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dengan semangat kebersamaan, UPT SMP Negeri 2 Gresik terus berupaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap meraih masa depan yang gemilang.

Penulis Yunita Rahmah, S.Pd

UPT SMP Negeri 2 Gresik Terpilih sebagai Sekolah Energi Berdikari Pertamina, SPENDAGRES Jadi Salah Satu dari 30 Sekolah Terpilih se-Indonesia

Kabar membanggakan datang dari UPT SMP Negeri 2 Gresik (SPENDAGRES). Sekolah yang dikenal aktif mengembangkan budaya literasi, kepedulian lingkungan, dan berbagai inovasi pembelajaran tersebut terpilih menjadi salah satu Sekolah Energi Berdikari (SEB) yang diinisiasi oleh Pertamina.

Program ini menjadi semakin istimewa karena SPENDAGRES merupakan salah satu dari 30 sekolah terpilih dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program Sekolah Energi Berdikari.

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, tim dari Universitas Pertamina hadir langsung ke UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk melakukan kunjungan awal dan mengenalkan program SEB. Kegiatan tersebut dihadiri oleh dosen Universitas Pertamina, Bob Adyari dan Zahra Akbari A.

Sekolah Energi Berdikari merupakan program yang diarahkan untuk membangun pengetahuan, keterampilan, kepedulian, dan aksi nyata generasi muda dalam bidang lingkungan, energi, teknologi, serta keberlanjutan.

Melalui program ini, pembelajaran tidak berhenti pada teori di dalam kelas atau buku. Murid akan diajak mengamati, mencoba, mengolah, menciptakan, dan menerapkan solusi secara langsung di lingkungan sekolah.

Program SEB di UPT SMP Negerui 2 Gresik dirancang melalui beberapa tahapan, mulai dari asesmen berbasis kondisi sekolah, sosialisasi SEB, pembentukan komunitas lingkungan (KCL), edukasi STEM, implementasi infrastruktur teknologi, pelatihan guru, proyek inovasi murid di bidang lingkungan, monitoring, hingga evaluasi.

Salah satu bagian yang menjadi daya tarik utama adalah implementasi infrastruktur teknologi lingkungan. SPENDAGRES berkesempatan mengembangkan berbagai inovasi, di antaranya panel surya atau PLTS, coding lingkungan, laboratorium kimia lingkungan, smart eco garden, smart water, biopori, smart waste bin, serta smart eco school untuk mendukung penghematan energi, khususnya penggunaan cahaya di lingkungan sekolah.

Kehadiran teknologi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas, tetapi juga menjadi laboratorium belajar nyata bagi murid. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana energi dimanfaatkan, bagaimana sampah dikelola, bagaimana air digunakan secara bijak, serta bagaimana teknologi dapat menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan lingkungan.

Program SEB juga memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan proyek inovasi lingkungan. Melalui pendekatan STEM, murid didorong untuk mengidentifikasi persoalan di sekitar, mencari solusi, membuat karya, menguji, serta mengevaluasi hasilnya.

Menariknya, program ini juga memberikan kesempatan bagi salah satu murid untuk menjadi Green Warrior. Murid yang terpilih akan mendapatkan pembinaan sekaligus berkesempatan memperoleh beasiswa. Kehadiran Green Warrior diharapkan dapat menjadi penggerak dan teladan dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah.

Bagi UPT SMP Negeri 2 Gresik , terpilihnya sebagai Sekolah Energi Berdikari merupakan sebuah kepercayaan sekaligus kesempatan untuk terus memperkuat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program ini sejalan dengan semangat SPENDAGRES untuk tidak hanya mencetak murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan, mampu berpikir kritis dan kreatif, serta memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dengan terpilihnya UPT SMP Negeri 2 Gresik sebagai salah satu dari 30 Sekolah Energi Berdikari se-Indonesia, sekolah berharap program ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya berbagai ide, karya, dan aksi nyata murid dalam bidang energi dan lingkungan.

Dari sekolah, untuk bumi. Dari ide sederhana, menjadi aksi nyata. UPT SMP Negeri 2 Gresik siap menjadi bagian dari generasi yang belajar, bergerak, dan berdampak untuk keberlanjutan masa depan.

Penulis : Yunita Rahmah, S.Pd

UPT SD Negeri 21 Gresik Lakukan Studi Tiru Adiwiyata ke UPT SMP Negeri 2 Gresik, Belajar Praktik Baik Pelestarian Lingkungan

UPT SMP Negeri 2 Gresik pada hari Jumat 16 Oktober 2026 menerima kunjungan studi tiru dari UPT SD Negeri 21 Gresik dalam rangka mempelajari program dan praktik baik pelaksanaan Adiwiyata di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh 25 guru beserta beberapa murid UPT SD Negeri 21 Gresik sebagai upaya memperluas wawasan dan memperkuat komitmen dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Tim KCL (Kelompok Cinta Lingkungan) dan Duta Lingkungan UPT SMP Negeri 2 Gresik. Penyambutan ini menjadi wujud semangat kolaborasi antarsatuan pendidikan dalam membangun kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, Bapak Mohammad Salim, S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya membangun budaya peduli lingkungan melalui pembiasaan, kreativitas, inovasi, serta keterlibatan seluruh warga sekolah. Program Adiwiyata tidak hanya diwujudkan melalui penataan lingkungan yang bersih dan hijau, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari yang mencerminkan tanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala UPT SD Negeri 21 Gresik, Ibu Vivin Rufika, S.Pd., M.Pd. Beliau menyampaikan tujuan kunjungan studi tiru sebagai sarana belajar dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan program Adiwiyata. Melalui kegiatan ini, diharapkan berbagai praktik baik yang telah diterapkan di UPT SMP Negeri 2 Gresik dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.

Pemaparan Materi dan Diskusi Interaktif

Memasuki acara inti, Ibu Sumiarsih, S.Pd., menyampaikan pemaparan materi mengenai program Adiwiyata beserta berbagai praktik penerapannya di lingkungan sekolah. Materi disampaikan untuk memberikan gambaran tentang pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, pengembangan inovasi ramah lingkungan, serta pembentukan karakter warga sekolah yang peduli terhadap alam.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para guru dan peserta saling bertukar informasi, pengalaman, serta gagasan mengenai strategi pelaksanaan program lingkungan di sekolah. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan menjadi kesempatan bagi peserta untuk menggali lebih dalam berbagai praktik baik yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan masing-masing.

Mengunjungi Lokus dan Melihat Inovasi Ramah Lingkungan

Untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung, rombongan UPT SD Negeri 21 Gresik diajak berkeliling ke sejumlah lokus lingkungan di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Peserta berkesempatan mengamati pengelolaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) serta berbagai karya inovasi yang dikembangkan oleh warga sekolah.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian peserta adalah ecoprint, yaitu pemanfaatan bahan alami, seperti daun dan bunga, untuk menghasilkan motif pada media kain. Peserta juga mengenal ecoenzym, produk hasil fermentasi bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan rumah tangga sesuai penggunaannya.

Selain itu, rombongan diperkenalkan dengan inovasi Kompos KEBAS (Kertas Bekas) sebagai bagian dari upaya pemanfaatan ruang hijau dan pembelajaran lingkungan. Melalui kunjungan ini, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana kreativitas dan kepedulian lingkungan diwujudkan menjadi kegiatan yang edukatif, produktif, dan bermanfaat.

Rombongan juga mengunjungi kantin sekolah yang menerapkan prinsip kehalalan sebagai bagian dari upaya menghadirkan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan mendukung pembiasaan perilaku positif. Berbagai sudut dan fasilitas sekolah lainnya turut menjadi objek pengamatan untuk memperkaya wawasan peserta tentang pengelolaan lingkungan sekolah secara menyeluruh.

Menguatkan Kolaborasi untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan

Kegiatan studi tiru ini bukan sekadar kunjungan untuk melihat fasilitas dan program sekolah, melainkan juga menjadi ruang berbagi inspirasi, pengalaman, dan inovasi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, UPT SMP Negeri 2 Gresik berharap praktik baik yang telah dikembangkan dapat memberikan manfaat dan menjadi referensi bagi UPT SD Negeri 21 Gresik dalam mengembangkan program Adiwiyata di sekolahnya.

Semangat kolaborasi ini sejalan dengan upaya membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan, kreatif, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam.

Belajar dari praktik baik, berbagi inspirasi, dan bergerak bersama untuk lingkungan yang lebih lestari. Adiwiyata bukan sekadar program, melainkan budaya yang tumbuh dari kepedulian dan diwujudkan melalui aksi nyata.

Penulis : Yunita Rahmah, S.Pd