KTS dan Bulan Bahasa Meriahkan September di UPT SMP Negeri 2 Gresik

UPT SMP Negeri 2 Gresik kembali menghadirkan kegiatan yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan melalui Kegiatan Tengah Semester (KTS) sekaligus rangkaian Bulan Bahasa. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 1–2 September 2026, diisi dengan berbagai aktivitas literasi dan kompetisi yang melibatkan murid serta guru.

Kegiatan diawali dengan pembukaan Bulan Bahasa yang menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan murid terhadap bahasa, sastra, membaca, dan menulis. Suasana sekolah tampak semarak dengan antusiasme murid yang mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi.

Dalam kegiatan tersebut, diselenggarakan sejumlah perlombaan yang memberikan ruang bagi murid untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Dua kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian lomba adalah Lomba Pidato dan Lomba Edukasi KLIK.

Melalui Lomba Pidato, murid diberikan kesempatan untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum, menyampaikan gagasan dengan percaya diri, serta menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan komunikatif. Sementara itu, Lomba Edukasi KLIK menjadi wadah bagi murid untuk belajar sekaligus berkompetisi dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Tidak hanya berorientasi pada kompetisi, kegiatan Bulan Bahasa juga dirancang sebagai ruang bagi murid untuk mengembangkan kepercayaan diri, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta kecakapan literasi. Semangat berkompetisi terlihat dari antusiasme murid dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Pada hari kedua, rangkaian KTS dan Bulan Bahasa ditutup dengan pengumuman para pemenang lomba. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan oleh murid. Para pemenang mendapatkan apresiasi atas usaha dan kreativitas yang telah mereka tunjukkan selama perlombaan.

Selain pengumuman pemenang, kegiatan penutupan juga semakin istimewa dengan hadirnya Guru Tamu, Kak Komang yang berbagi pengalaman dan wawasan tentang “Menulis Cerita yang Baik.”

Dalam sesi tersebut, murid diajak memahami bahwa menulis cerita bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga tentang menemukan ide, membangun tokoh, menyusun alur, menggambarkan suasana, serta menyampaikan pesan kepada pembaca. Kehadiran Kak Komas memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena murid dapat memperoleh inspirasi langsung dari seorang praktisi.

Murid tampak antusias mengikuti sesi berbagi. Berbagai pengalaman dan tips yang disampaikan menjadi bekal bagi murid untuk berani menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat UPT SMP Negeri 2 Gresik dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah.

Rangkaian KTS dan Bulan Bahasa selama dua hari tersebut menjadi perpaduan antara belajar, berkompetisi, berkarya, dan berekspresi. Kegiatan tidak hanya menjadi sarana mengisi waktu tengah semester, tetapi juga memberikan pengalaman bermakna bagi murid untuk mengembangkan potensi mereka.

Melalui kegiatan seperti ini, sekolah terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menggembirakan, dan memberikan ruang bagi setiap murid untuk menunjukkan potensinya. Semangat Bulan Bahasa diharapkan tidak berhenti pada perlombaan, tetapi terus tumbuh menjadi budaya membaca, berbicara, menulis, dan berkarya dalam kehidupan sehari-hari.

Bulan Bahasa bukan sekadar perayaan bahasa, tetapi menjadi ruang bagi murid untuk menemukan suara, menuangkan gagasan, dan menciptakan karya.

Penulis Yunita Rahmah, S.Pd

UPT SMP Negeri 2 Gresik Wakili Jawa Timur di Tingkat Nasional, Raih Skor Excellent 100 dalam Penilaian SAPA

Kabar membanggakan datang dari UPT SMP Negeri 2 Gresik. Setelah dipercaya mewakili Provinsi Jawa Timur ke tingkat nasional dalam program Sekolah Aman Pangan (SAPA), UPT SMP Negeri 2 Gresik berhasil melalui penilaian dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Timur dengan hasil yang sangat membanggakan, yaitu memperoleh skor Excellent 100.

Penilaian SAPA tersebut dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026 sebagai bagian dari proses evaluasi terhadap penerapan keamanan pangan di lingkungan sekolah. Penilaian ini menjadi momentum penting bagi UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Perolehan skor Excellent 100 menjadi bukti bahwa berbagai upaya yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah dalam membangun budaya keamanan pangan telah berjalan dengan baik. Capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi sekolah, tetapi juga merupakan hasil dari kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak yang selama ini mendukung program keamanan pangan di UPT SMP Negeri 2 Gresik.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Tim KP Spenda Gresik, keluarga besar UPT SMP Negeri 2 Gresik, guru dan tenaga kependidikan, OSIS, seluruh duta sekolah, tim kantin, wali murid, komite sekolah, serta dukungan dari Puskesmas Alun-Alun Gresik. Sinergi berbagai unsur tersebut menjadi kekuatan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman pangan dan peduli terhadap kesehatan warga sekolah.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, waktu, dan kontribusi dalam pelaksanaan program SAPA.

“Terima kasih kepada Tim KP Spenda Gresik, keluarga besar UPT SMP Negeri 2 Gresik, guru dan tenaga kependidikan, OSIS, seluruh duta sekolah, tim kantin, wali murid, komite sekolah, serta Puskesmas Alun-Alun yang telah bersama-sama mendukung dan menyukseskan program Sekolah Aman Pangan. Capaian skor Excellent 100 ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi kebanggaan kita semua,” ungkap Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik.

Lebih dari sekadar angka, capaian 100 tersebut menjadi penguat semangat seluruh warga sekolah untuk terus mempertahankan dan meningkatkan budaya keamanan pangan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat, bersih, aman, dan bertanggung jawab.

Keberhasilan UPT SMP Negeri 2 Gresik mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional juga menjadi motivasi untuk terus melakukan inovasi dan menjaga konsistensi dalam penerapan keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, UPT SMP Negeri 2 Gresik siap melangkah ke tingkat nasional dengan membawa nama Jawa Timur serta terus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan sekolah yang aman, sehat, dan ramah bagi seluruh peserta didik.

Penulis Yunita Rahmah, S.Pd

UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba

UPT SMP Negeri 2 Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026 di halaman sekolah.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Suharsih, S.H., M.Si. sebagai narasumber. Sosialisasi diikuti oleh seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan UPT SMP Negeri 2 Gresik. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada warga sekolah mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus membangun kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan.

Dalam penyampaiannya, AKBP Suharsih menjelaskan bahwa narkoba merupakan istilah yang merujuk pada narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Berbagai jenis zat tersebut dapat memberikan dampak serius apabila disalahgunakan, baik terhadap kesehatan fisik, kondisi psikologis, hubungan sosial, maupun masa depan seseorang.

Para murid juga diberikan pemahaman bahwa narkoba dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti pil, serbuk, daun kering, maupun cairan. Oleh karena itu, murid diingatkan agar tidak menerima atau mencoba makanan, minuman, obat, maupun benda lain yang tidak diketahui asal-usul dan kandungannya.

Membangun Kesadaran Murid Sejak Dini

Salah satu hal penting yang ditekankan dalam sosialisasi adalah bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari diri sendiri. Rasa ingin tahu dan keinginan mencoba sesuatu yang baru dapat menjadi salah satu pintu masuk penyalahgunaan zat berbahaya. Selain itu, pengaruh teman sebaya, persoalan keluarga, lingkungan pergaulan, serta kurangnya pengawasan juga dapat meningkatkan risiko.

Karena itu, murid diajak untuk berani mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi ajakan yang berpotensi membahayakan diri. Sikap tegas untuk mengatakan “tidak” terhadap narkoba menjadi salah satu bentuk perlindungan diri yang perlu dibangun sejak sekarang.

Selain mengenali jenis dan bahaya narkoba, murid juga memperoleh informasi mengenai sejumlah perubahan perilaku yang perlu mendapat perhatian, seperti perubahan pola tidur, mudah marah, menarik diri dari lingkungan, menurunnya prestasi belajar, serta perubahan kebiasaan yang berlangsung secara tiba-tiba.

Namun, murid juga diingatkan agar tidak memberikan stigma atau menjauhi teman yang sedang menghadapi masalah. Apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan, langkah yang tepat adalah menyampaikan kepada orang dewasa yang dipercaya, seperti orang tua, wali kelas, guru BK, atau pihak sekolah agar dapat memperoleh penanganan yang tepat.

Lima Langkah Menjaga Diri dari Narkoba

Dalam kegiatan tersebut, murid diajak menerapkan langkah sederhana untuk menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba, yaitu berani menolak, menghindari lingkungan yang berisiko, mengalihkan diri pada kegiatan positif, melaporkan hal yang mencurigakan, serta mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat.

Berbagai kegiatan positif di sekolah, seperti olahraga, organisasi, kegiatan keagamaan, Pramuka, serta ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun pergaulan yang sehat.

Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Murid diharapkan mampu menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta berani mengambil sikap ketika berhadapan dengan penyalahgunaan narkoba.

Sekolah Berkomitmen Mewujudkan Lingkungan Bersih Narkoba

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, Mohammad Salim, S.Ag., M.A., menyambut baik pelaksanaan sosialisasi P4GN di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan murid dalam menjaga dirinya dari berbagai ancaman yang dapat menghambat masa depan.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap seluruh warga sekolah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba dan mampu berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman serta bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Ketua OSIS UPT SMP Negeri 2 Gresik, Nabilah Nurul Khusnah, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diberikan oleh BNN Kabupaten Gresik. Sosialisasi tersebut dinilai memberikan pengetahuan baru sekaligus menguatkan tekad para murid untuk menjauhi narkoba dan memilih kegiatan yang membawa manfaat.

Kegiatan sosialisasi P4GN ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, produktif, dan memiliki masa depan yang cerah. Pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, murid, masyarakat, dan lembaga terkait agar lingkungan pendidikan benar-benar menjadi ruang yang aman bagi tumbuh dan berkembangnya generasi penerus bangsa.

Dengan semangat “Bersih Narkoba, Cerah Masa Depan”, UPT SMP Negeri 2 Gresik terus berupaya menanamkan kesadaran kepada seluruh warga sekolah bahwa menjaga diri dari narkoba merupakan tanggung jawab bersama.

Mari bersama-sama wujudkan lingkungan sekolah yang sehat, aman, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Penulis Yunita Rahmah, S.Pd

UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam

Gresik, 14 September 2026 — UPT SMP Negeri 2 Gresik melaksanakan sosialisasi mitigasi bencana alam yang diikuti oleh seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam.

Kegiatan dipandu oleh Ibu Yunita Rahmah, S.Pd. selaku pembawa acara (MC). Sosialisasi diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan Mars Spenda. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Bambang Subianto, S.Pd.I. Setelah itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, Bapak Mohammad Salim, S.Ag., M.A., menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap risiko bencana di lingkungan sekolah.

Materi utama sosialisasi disampaikan oleh FX Driamitko Herlambang, selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD. Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengenalan potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, serta tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.

Sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab. Para murid berkesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait kebencanaan dan cara menyelamatkan diri dalam situasi darurat. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali murid dengan pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu bersikap tenang, tanggap, dan tepat ketika menghadapi bencana.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman-pengumuman sekolah. Melalui sosialisasi ini, UPT SMP Negeri 2 Gresik terus berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan membangun budaya sadar bencana serta siap menghadapi keadaan darurat.

Kenali risikonya, pahami langkahnya, dan siap menghadapi bencana.

Penulis : Yunita Rahmah, S.Pd

UPT SMP Negeri 2 Gresik Raih Prestasi Membanggakan di Berbagai Ajang Kompetisi

Kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar UPT SMP Negeri 2 Gresik. Sejumlah siswa berhasil menorehkan prestasi dalam berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat kabupaten maupun tingkat Provinsi Jawa Timur. Prestasi tersebut menjadi bukti semangat, kerja keras, dan komitmen siswa dalam mengembangkan potensi di bidang akademik, keagamaan, dan olahraga.

Salah satu prestasi membanggakan diraih oleh Ahmad Aqil Rusydiyansah. Ia berhasil meraih Juara 1 Cabang Hifdzil Qur’an 10 Juz Tilawah Putra Tingkat Kabupaten Bangkalan. Prestasi tersebut menunjukkan ketekunan dan kesungguhan dalam mempelajari serta menghafalkan Al-Qur’an.

Tidak hanya itu, Ahmad Aqil Rusydiyansah juga kembali mengukir prestasi dengan meraih Juara 3 Excellent Competition 2.0 Tingkat SMP/MTs se-Jawa Timur. Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik mampu bersaing dan berprestasi di tingkat yang lebih luas.

Prestasi lainnya datang dari bidang olahraga. Tim Futsal Putri UPT SMP Negeri 2 Gresik yang diperkuat oleh Shofa Nur Sa’adah, Rinaisya(h) Tahn(i)a, Verra Dwi Rahayu, Yasmine Oktavia Khasanah, Shafa Maulida, Thalitha Khanza Syakirah, Afiqah Ilmaka Zaida, Fadilatul Khodijah, Syaqila Fitri Aulia, Iin Sakinah, dan El Finolya Eka Putri berhasil meraih Juara 3 Futsal Putri dengan nama tim Freedom.

Rangkaian prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UPT SMP Negeri 2 Gresik. Keberhasilan para siswa tidak lepas dari kerja keras, kedisiplinan, latihan yang konsisten, serta dukungan guru, pembina, orang tua, dan seluruh warga sekolah.

Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berani mengembangkan bakat dan kemampuan masing-masing. UPT SMP Negeri 2 Gresik terus mendorong peserta didik untuk tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, sportif, kreatif, dan berprestasi.

Selamat kepada seluruh siswa berprestasi!
Semoga capaian ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi dan menginspirasi seluruh siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk terus berprestasi, berkarya, dan mengharumkan nama sekolah.

Penulis Yunita Rahmah, S.Pd