



UPT SMP Negeri 2 Gresik menghadirkan guru tamu dalam kegiatan Pondok Ramadan hari ketiga bagi siswa kelas VII pada Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program PAIS Love Ramadan yang bertujuan memperkuat pemahaman dan praktik ibadah siswa selama bulan suci Ramadan.
Guru tamu yang dihadirkan adalah Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gresik, Ust H. Nasichul Amin, M.Ag. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan materi tentang pelatihan sholat sempurna, yang mencakup pemahaman tata cara sholat yang benar sesuai tuntunan syariat, mulai dari niat, gerakan, hingga bacaan dalam setiap rukun sholat.
Dalam penyampaiannya, Ust H. Nasichul Amin menekankan pentingnya membiasakan sholat dengan benar sejak usia sekolah. Ia menjelaskan bahwa sholat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga sarana membentuk karakter disiplin, ketenangan jiwa, serta kedekatan dengan Allah SWT.
“Sholat yang dilakukan dengan benar dan penuh kekhusyukan akan memberikan dampak besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi para pelajar agar menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya di hadapan para siswa kelas 7 UPT SMP Negeri 2 Gresik.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung gerakan dan bacaan sholat yang dipandu oleh narasumber. Sesi tanya jawab juga menjadi bagian penting, di mana siswa diberi kesempatan untuk menanyakan berbagai hal terkait pelaksanaan sholat yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa kegiatan menghadirkan guru tamu ini merupakan upaya untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi siswa. Dengan menghadirkan tokoh dari luar sekolah, diharapkan siswa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam serta motivasi dalam menjalankan ibadah, khususnya selama bulan Ramadan.
Program PAIS Love Ramadan di UPT SMP Negeri 2 Gresik sendiri merupakan rangkaian kegiatan keagamaan yang dilaksanakan selama bulan Ramadan. Melalui kegiatan Pondok Ramadan ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami teori ibadah, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara benar dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Penulis : Yunita Rahmah,S.Pd













