UPT SMP Negeri 2 Gresik Ikuti Sinau Bareng Bupati dan Wabup Bersama Radar Gresik

UPT SMP Negeri 2 Gresik turut berpartisipasi dalam kegiatan Sinau Bareng Bupati dan Wakil Bupati Gresik bersama Radar Gresik yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum untuk menumbuhkan semangat belajar sekaligus memperkuat budaya literasi di kalangan murid.

Kegiatan Sinau Bareng menghadirkan suasana belajar yang berbeda. Murid tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari pembelajaran di kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar melalui kegiatan bersama yang melibatkan berbagai pihak. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk membangun motivasi, memperluas wawasan, dan menumbuhkan kebiasaan membaca serta belajar secara berkelanjutan.

Partisipasi UPT SMP Negeri 2 Gresik dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen sekolah dalam mengembangkan budaya literasi. Literasi menjadi bagian penting dalam mendukung kemampuan murid dalam memahami informasi, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan dengan baik.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum UPT SMP Negeri 2 Gresik, Rojaq, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan Sinau Bareng dapat memberikan pengalaman positif sekaligus meningkatkan motivasi murid untuk lebih aktif dalam kegiatan literasi.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar dan baik. Semoga kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada murid untuk semakin mencintai literasi dan terus meningkatkan hasil literasi,” ungkap Bapak Rojaq Selaku Kurikulum UPT SMP Negeri 2 Gresik.

Melalui kegiatan Sinau Bareng, UPT SMP Negeri 2 Gresik berharap semangat literasi tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dapat terus tumbuh menjadi kebiasaan dalam keseharian murid. Budaya membaca, memahami, menulis, dan berpikir kritis diharapkan semakin kuat sehingga berdampak pada peningkatan kemampuan literasi murid.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, menggembirakan, dan mampu mendorong murid untuk terus belajar serta berkembang.

Penulis : Yunita Rahmah, S.Pd

UPT SMP Negeri 2 Gresik Jadi Lokus Penilaian Adipura Kabupaten Gresik 2026

UPT SMP Negeri 2 Gresik menjadi salah satu lokus penilaian Adipura Kabupaten Gresik Tahun 2026. Penilaian berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 13–15 Oktober 2026. Dalam rangkaian penilaian tersebut, UPT SMP Negeri 2 Gresik menjadi salah satu titik yang dikunjungi tim penilai pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Penilaian Adipura merupakan bagian dari upaya mendorong kabupaten/kota untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup, kebersihan, serta kualitas ruang publik. Tim penilai dari Jakarta datang langsung ke Kabupaten Gresik dan terlebih dahulu melakukan penerimaan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik. Selanjutnya, tim melakukan verifikasi lapangan dengan mengikuti rute dan jadwal yang telah ditentukan menuju sejumlah lokus penilaian.

Beberapa lokasi yang menjadi bagian dari rute penilaian antara lain Kantor DLH, taman dan kawasan Alun-Alun Gresik, puskesmas, ruas jalan, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), pelabuhan, pasar, serta sejumlah fasilitas publik lainnya. Sekolah tingkat SMP juga menjadi salah satu bagian yang dinilai dalam rangkaian verifikasi lapangan tersebut adalah UPT SMP Negeri 2 Gresik.

Sebagai salah satu lokus penilaian, UPT SMP Negeri 2 Gresik melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan tim penilai. Lingkungan sekolah ditata agar tetap terlihat asri, bersih, dan nyaman. Persiapan tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah, tetapi melibatkan seluruh warga sekolah.

Keterlibatan warga sekolah menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sekolah secara berkelanjutan. Kelompok Cinta Lingkungan (KCL), OSIS, Duta Lingkungan, guru, tenaga kependidikan, dan murid turut berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan tertata. Semangat menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan ketika akan menghadapi penilaian, tetapi telah menjadi bagian dari budaya sekolah.

Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, Bapak Mohammad Salim, bersama Koordinator Lingkungan, Ibu Sumiarsih. Keduanya didampingi sejumlah guru. Penyambutan juga dilakukan oleh Tim KCL (Kelompok Cinta Lingkungan) dan Duta Lingkungan UPT SMP Negeri 2 Gresik.

Suasana penyambutan berlangsung dengan penuh semangat. Kehadiran KCL dan Duta Lingkungan menjadi bentuk nyata keterlibatan murid dalam mendukung upaya sekolah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, Mohammad Salim, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses penilaian yang berlangsung di sekolah.

“Alhamdulillah, penilaian berjalan dengan sukses. Semoga hasil penilaian ini dapat memberikan kontribusi positif dan membawa Kabupaten Gresik kembali mendapatkan Piala Adipura setiap tahunnya dengan hasil yang semakin baik,” ungkapnya.

Kegiatan penilaian Adipura di UPT SMP Negeri 2 Gresik menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga memiliki kontribusi dalam membangun budaya peduli lingkungan. Kolaborasi seluruh warga sekolah diharapkan dapat terus dipertahankan sehingga lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui keterlibatan KCL, OSIS, Duta Lingkungan, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh murid, UPT SMP Negeri 2 Gresik berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan sekolah sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Gresik yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Penulis : Yunita Rahmah, S.Pd

KTS dan Bulan Bahasa Meriahkan September di UPT SMP Negeri 2 Gresik

UPT SMP Negeri 2 Gresik kembali menghadirkan kegiatan yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan melalui Kegiatan Tengah Semester (KTS) sekaligus rangkaian Bulan Bahasa. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 1–2 September 2026, diisi dengan berbagai aktivitas literasi dan kompetisi yang melibatkan murid serta guru.

Kegiatan diawali dengan pembukaan Bulan Bahasa yang menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan murid terhadap bahasa, sastra, membaca, dan menulis. Suasana sekolah tampak semarak dengan antusiasme murid yang mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi.

Dalam kegiatan tersebut, diselenggarakan sejumlah perlombaan yang memberikan ruang bagi murid untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Dua kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian lomba adalah Lomba Pidato dan Lomba Edukasi KLIK.

Melalui Lomba Pidato, murid diberikan kesempatan untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum, menyampaikan gagasan dengan percaya diri, serta menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan komunikatif. Sementara itu, Lomba Edukasi KLIK menjadi wadah bagi murid untuk belajar sekaligus berkompetisi dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Tidak hanya berorientasi pada kompetisi, kegiatan Bulan Bahasa juga dirancang sebagai ruang bagi murid untuk mengembangkan kepercayaan diri, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta kecakapan literasi. Semangat berkompetisi terlihat dari antusiasme murid dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Pada hari kedua, rangkaian KTS dan Bulan Bahasa ditutup dengan pengumuman para pemenang lomba. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan oleh murid. Para pemenang mendapatkan apresiasi atas usaha dan kreativitas yang telah mereka tunjukkan selama perlombaan.

Selain pengumuman pemenang, kegiatan penutupan juga semakin istimewa dengan hadirnya Guru Tamu, Kak Komang yang berbagi pengalaman dan wawasan tentang “Menulis Cerita yang Baik.”

Dalam sesi tersebut, murid diajak memahami bahwa menulis cerita bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga tentang menemukan ide, membangun tokoh, menyusun alur, menggambarkan suasana, serta menyampaikan pesan kepada pembaca. Kehadiran Kak Komas memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena murid dapat memperoleh inspirasi langsung dari seorang praktisi.

Murid tampak antusias mengikuti sesi berbagi. Berbagai pengalaman dan tips yang disampaikan menjadi bekal bagi murid untuk berani menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat UPT SMP Negeri 2 Gresik dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah.

Rangkaian KTS dan Bulan Bahasa selama dua hari tersebut menjadi perpaduan antara belajar, berkompetisi, berkarya, dan berekspresi. Kegiatan tidak hanya menjadi sarana mengisi waktu tengah semester, tetapi juga memberikan pengalaman bermakna bagi murid untuk mengembangkan potensi mereka.

Melalui kegiatan seperti ini, sekolah terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menggembirakan, dan memberikan ruang bagi setiap murid untuk menunjukkan potensinya. Semangat Bulan Bahasa diharapkan tidak berhenti pada perlombaan, tetapi terus tumbuh menjadi budaya membaca, berbicara, menulis, dan berkarya dalam kehidupan sehari-hari.

Bulan Bahasa bukan sekadar perayaan bahasa, tetapi menjadi ruang bagi murid untuk menemukan suara, menuangkan gagasan, dan menciptakan karya.

Penulis Yunita Rahmah, S.Pd

UPT SMP Negeri 2 Gresik Wakili Jawa Timur di Tingkat Nasional, Raih Skor Excellent 100 dalam Penilaian SAPA

Kabar membanggakan datang dari UPT SMP Negeri 2 Gresik. Setelah dipercaya mewakili Provinsi Jawa Timur ke tingkat nasional dalam program Sekolah Aman Pangan (SAPA), UPT SMP Negeri 2 Gresik berhasil melalui penilaian dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Timur dengan hasil yang sangat membanggakan, yaitu memperoleh skor Excellent 100.

Penilaian SAPA tersebut dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026 sebagai bagian dari proses evaluasi terhadap penerapan keamanan pangan di lingkungan sekolah. Penilaian ini menjadi momentum penting bagi UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Perolehan skor Excellent 100 menjadi bukti bahwa berbagai upaya yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah dalam membangun budaya keamanan pangan telah berjalan dengan baik. Capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi sekolah, tetapi juga merupakan hasil dari kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak yang selama ini mendukung program keamanan pangan di UPT SMP Negeri 2 Gresik.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Tim KP Spenda Gresik, keluarga besar UPT SMP Negeri 2 Gresik, guru dan tenaga kependidikan, OSIS, seluruh duta sekolah, tim kantin, wali murid, komite sekolah, serta dukungan dari Puskesmas Alun-Alun Gresik. Sinergi berbagai unsur tersebut menjadi kekuatan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman pangan dan peduli terhadap kesehatan warga sekolah.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, waktu, dan kontribusi dalam pelaksanaan program SAPA.

“Terima kasih kepada Tim KP Spenda Gresik, keluarga besar UPT SMP Negeri 2 Gresik, guru dan tenaga kependidikan, OSIS, seluruh duta sekolah, tim kantin, wali murid, komite sekolah, serta Puskesmas Alun-Alun yang telah bersama-sama mendukung dan menyukseskan program Sekolah Aman Pangan. Capaian skor Excellent 100 ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi kebanggaan kita semua,” ungkap Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik.

Lebih dari sekadar angka, capaian 100 tersebut menjadi penguat semangat seluruh warga sekolah untuk terus mempertahankan dan meningkatkan budaya keamanan pangan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat, bersih, aman, dan bertanggung jawab.

Keberhasilan UPT SMP Negeri 2 Gresik mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional juga menjadi motivasi untuk terus melakukan inovasi dan menjaga konsistensi dalam penerapan keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, UPT SMP Negeri 2 Gresik siap melangkah ke tingkat nasional dengan membawa nama Jawa Timur serta terus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan sekolah yang aman, sehat, dan ramah bagi seluruh peserta didik.

Penulis Yunita Rahmah, S.Pd

UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba

UPT SMP Negeri 2 Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026 di halaman sekolah.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Suharsih, S.H., M.Si. sebagai narasumber. Sosialisasi diikuti oleh seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan UPT SMP Negeri 2 Gresik. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada warga sekolah mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus membangun kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan.

Dalam penyampaiannya, AKBP Suharsih menjelaskan bahwa narkoba merupakan istilah yang merujuk pada narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Berbagai jenis zat tersebut dapat memberikan dampak serius apabila disalahgunakan, baik terhadap kesehatan fisik, kondisi psikologis, hubungan sosial, maupun masa depan seseorang.

Para murid juga diberikan pemahaman bahwa narkoba dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti pil, serbuk, daun kering, maupun cairan. Oleh karena itu, murid diingatkan agar tidak menerima atau mencoba makanan, minuman, obat, maupun benda lain yang tidak diketahui asal-usul dan kandungannya.

Membangun Kesadaran Murid Sejak Dini

Salah satu hal penting yang ditekankan dalam sosialisasi adalah bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari diri sendiri. Rasa ingin tahu dan keinginan mencoba sesuatu yang baru dapat menjadi salah satu pintu masuk penyalahgunaan zat berbahaya. Selain itu, pengaruh teman sebaya, persoalan keluarga, lingkungan pergaulan, serta kurangnya pengawasan juga dapat meningkatkan risiko.

Karena itu, murid diajak untuk berani mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi ajakan yang berpotensi membahayakan diri. Sikap tegas untuk mengatakan “tidak” terhadap narkoba menjadi salah satu bentuk perlindungan diri yang perlu dibangun sejak sekarang.

Selain mengenali jenis dan bahaya narkoba, murid juga memperoleh informasi mengenai sejumlah perubahan perilaku yang perlu mendapat perhatian, seperti perubahan pola tidur, mudah marah, menarik diri dari lingkungan, menurunnya prestasi belajar, serta perubahan kebiasaan yang berlangsung secara tiba-tiba.

Namun, murid juga diingatkan agar tidak memberikan stigma atau menjauhi teman yang sedang menghadapi masalah. Apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan, langkah yang tepat adalah menyampaikan kepada orang dewasa yang dipercaya, seperti orang tua, wali kelas, guru BK, atau pihak sekolah agar dapat memperoleh penanganan yang tepat.

Lima Langkah Menjaga Diri dari Narkoba

Dalam kegiatan tersebut, murid diajak menerapkan langkah sederhana untuk menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba, yaitu berani menolak, menghindari lingkungan yang berisiko, mengalihkan diri pada kegiatan positif, melaporkan hal yang mencurigakan, serta mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat.

Berbagai kegiatan positif di sekolah, seperti olahraga, organisasi, kegiatan keagamaan, Pramuka, serta ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun pergaulan yang sehat.

Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Murid diharapkan mampu menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta berani mengambil sikap ketika berhadapan dengan penyalahgunaan narkoba.

Sekolah Berkomitmen Mewujudkan Lingkungan Bersih Narkoba

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, Mohammad Salim, S.Ag., M.A., menyambut baik pelaksanaan sosialisasi P4GN di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan murid dalam menjaga dirinya dari berbagai ancaman yang dapat menghambat masa depan.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap seluruh warga sekolah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba dan mampu berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman serta bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Ketua OSIS UPT SMP Negeri 2 Gresik, Nabilah Nurul Khusnah, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diberikan oleh BNN Kabupaten Gresik. Sosialisasi tersebut dinilai memberikan pengetahuan baru sekaligus menguatkan tekad para murid untuk menjauhi narkoba dan memilih kegiatan yang membawa manfaat.

Kegiatan sosialisasi P4GN ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, produktif, dan memiliki masa depan yang cerah. Pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, murid, masyarakat, dan lembaga terkait agar lingkungan pendidikan benar-benar menjadi ruang yang aman bagi tumbuh dan berkembangnya generasi penerus bangsa.

Dengan semangat “Bersih Narkoba, Cerah Masa Depan”, UPT SMP Negeri 2 Gresik terus berupaya menanamkan kesadaran kepada seluruh warga sekolah bahwa menjaga diri dari narkoba merupakan tanggung jawab bersama.

Mari bersama-sama wujudkan lingkungan sekolah yang sehat, aman, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Penulis Yunita Rahmah, S.Pd